kenapa tiba-tiba kita; saya, ataupun kamu atau siapa saja tiba-tiba sangat benci dengan orang lain?
jawabannya hanya satu:
karena kita bukan yang kita benci
(bahkan ketika kita benci dengan diri sendiri
pada saat itu kita bukan diri kita)
Sunday, August 10, 2008
Friday, August 8, 2008
phobia
kejadian ini berlangsung ketika saya main di tempat kos teman saya. sehabis adzan maghrib tiba-tiba teman saya mengerutkan dahi sambil kita berkata, "ah, suara orang ngaji quran di masjid sebelah itu buruk sekali, dengarlah, mana ada tajwid yang tak salah?"
di sebelah tempat kos teman saya itu memang ada sebuah masjid yang mengalunkan suara orang menderas quran. sekali dua dan seterusnya memang banyak yang melenceng dari aturan tajwid. kebetulan saya sedikit tahu tentang ilmu tajwid. dulu sewaktu di TPA saya suka pelajaran itu.
dan tentu saja teman saya tadi lebih jago dalam bidang ini. dia kan jebolan pondok pesantren. pernah mesantren selama lebih dari 4 tahun.
dan setelah kejadian itu ia berkali-kali mengeluh dengan suara yang berkali-kali harus ia dengarkan tiap habis adzan maghrib menunggu iqomah.
saya diam saja sambil terus menonton TV yang sedari tadi kami tonton. berita sore tentang keistimewaan tanggan 08 bulan 08 tahun 08. bagi saya kok sama saja.
dari masjid saya dengan imam mengalunkan ayat demi ayat. saya masih nonton TV. dan teman saya masih saja menggerutu tentang tajwid yang salah itu.
karena saya bosen mendengar keluh kesahnya yang njelehi itu, saya nyeletuk sekenanya saja
"itu nyindir kamu supaya mau baca quran di masjid!"
dalam pikirku, kalo yang bisa baca baik tidak melakukan, maka yang tak bisalah yang keluar. jadinya runyam.
tapi tiba-tiba dia membalas, "aku juga nyindir kamu, biar kamu mendengar orang baca quran, ga cuma nonton TV,"
rupanya kita sama-sama tersindir...
parahnya, habis itu kita tetap nonton TV bukan segera jamaah maghrib...
di sebelah tempat kos teman saya itu memang ada sebuah masjid yang mengalunkan suara orang menderas quran. sekali dua dan seterusnya memang banyak yang melenceng dari aturan tajwid. kebetulan saya sedikit tahu tentang ilmu tajwid. dulu sewaktu di TPA saya suka pelajaran itu.
dan tentu saja teman saya tadi lebih jago dalam bidang ini. dia kan jebolan pondok pesantren. pernah mesantren selama lebih dari 4 tahun.
dan setelah kejadian itu ia berkali-kali mengeluh dengan suara yang berkali-kali harus ia dengarkan tiap habis adzan maghrib menunggu iqomah.
saya diam saja sambil terus menonton TV yang sedari tadi kami tonton. berita sore tentang keistimewaan tanggan 08 bulan 08 tahun 08. bagi saya kok sama saja.
dari masjid saya dengan imam mengalunkan ayat demi ayat. saya masih nonton TV. dan teman saya masih saja menggerutu tentang tajwid yang salah itu.
karena saya bosen mendengar keluh kesahnya yang njelehi itu, saya nyeletuk sekenanya saja
"itu nyindir kamu supaya mau baca quran di masjid!"
dalam pikirku, kalo yang bisa baca baik tidak melakukan, maka yang tak bisalah yang keluar. jadinya runyam.
tapi tiba-tiba dia membalas, "aku juga nyindir kamu, biar kamu mendengar orang baca quran, ga cuma nonton TV,"
rupanya kita sama-sama tersindir...
parahnya, habis itu kita tetap nonton TV bukan segera jamaah maghrib...
Wednesday, August 6, 2008
Tuesday, July 29, 2008
bulan juli
yup,
ini bulan juli
bukan bulan selain juli
kenapa berbicara tentang bulan juli
karena ada bulan juli
apa istimewanya bulan juli?
bukan 12 bulan jika tanpa bulan juli
yup,
kita di bulan juli
bulan dimana akan lebih buruk dari bulan selain juli
atau akan sama saja
atau akan ada yang istimewa?
yup,
bulan juli...
padanya kulebur sulan selain juli
untuk tidak ada bulan lain selain bulan juli
bimokurdo, 30 Juli 08
ini bulan juli
bukan bulan selain juli
kenapa berbicara tentang bulan juli
karena ada bulan juli
apa istimewanya bulan juli?
bukan 12 bulan jika tanpa bulan juli
yup,
kita di bulan juli
bulan dimana akan lebih buruk dari bulan selain juli
atau akan sama saja
atau akan ada yang istimewa?
yup,
bulan juli...
padanya kulebur sulan selain juli
untuk tidak ada bulan lain selain bulan juli
bimokurdo, 30 Juli 08
Monday, June 23, 2008
habis isya
daunan depan rumah mimpimu jatuh
satu-satu
rembulan di ujung sepi
menatap usiamu yang tertatih
perlahan kau berhenti
menodongkan belati
di leher sang waktu
"enyahlah kekalahan,
dan air mata,
aku hanya meminjam sedikit kesempatan
hanya untuk aerobik saja, kok,"
malam luruh di atas kertas kosong
ada bingkai kantuk menjerat kata-kata
"adakah sayap paling kuat
aku ingin terbang memetik katakata
di reranting pohon pikiran
malam ini juga,"
daun depan rumah mimpi kering
seperti itulah lidah sang waktu
tak ada jawab bagi kemalasan
kecuali pedang menghunus kepedihan
tak ada aerobik
tak ada sayap tuk meraih petik
tak ada...
pohon depan rumah mimpi tumbang
daunan lebat, rimbun dan penuh daging
telah merupa kenyataan
pedang sang waktu telah menebas jerat kantuk
dan kecut keberanian tuk tegakkan badan
satu-satu
rembulan di ujung sepi
menatap usiamu yang tertatih
perlahan kau berhenti
menodongkan belati
di leher sang waktu
"enyahlah kekalahan,
dan air mata,
aku hanya meminjam sedikit kesempatan
hanya untuk aerobik saja, kok,"
malam luruh di atas kertas kosong
ada bingkai kantuk menjerat kata-kata
"adakah sayap paling kuat
aku ingin terbang memetik katakata
di reranting pohon pikiran
malam ini juga,"
daun depan rumah mimpi kering
seperti itulah lidah sang waktu
tak ada jawab bagi kemalasan
kecuali pedang menghunus kepedihan
tak ada aerobik
tak ada sayap tuk meraih petik
tak ada...
pohon depan rumah mimpi tumbang
daunan lebat, rimbun dan penuh daging
telah merupa kenyataan
pedang sang waktu telah menebas jerat kantuk
dan kecut keberanian tuk tegakkan badan
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ingsun
- sorogan
- mbantul, jogjakarta, Indonesia