Monday, December 16, 2013

SOAL PROGRAM LINIER SMK N 1 SEWON


SOAL PROGRAM LINIER
KELAS XI AP SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2013-2014

Seorang pedagang sepeda ingin membeli 25 sepeda untuk persediaan. Ia ingin membeli sepeda gunung dengan harga Rp 1.500.000,00 per buah dan sepeda balap dengan harga Rp 2.000.000,00 per buah. Ia berencana tidak akan mengeluarkan uang lebih dari Rp 42.000.000,00. Jika keuntungan sebuah sepeda gunung Rp 500.000,00 dan sebuah sepeda balap Rp 600.000,00, maka berapakah keuntungan maksimum yang diterima oleh pedagang tersebut?

Wednesday, November 20, 2013

pada suatu hujan

pada suatu hujan
aku merindukan kemarau

seperti halnya kilat dan halilintar
akulah tanah pecah dan hutan terbakar

maka jika air membasahi bumi
hendak ke mana selain pergi

jika ditanya kenapa aku bersedih
maka kujawab sebab matahari enggan merekah

di negeri yang sedang hujan
aku kekeringan

sanggarkidulmbale, 21 november 2013

Saturday, August 10, 2013

LEBARAN

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H.
Minal 'Aidin Wal Faizin. 

Mohon Maaf Lahir Batin.
I Luv U...

Thursday, April 18, 2013

SK Tunjangan Fungsional (Sertifikasi Guru) 2013

Bagi yang mau melihat SK Tunjangan Fungsional (Sertifikasi Guru) tahun 2013, bisa klik di sini. Atau langsung ke http://116.66.201.163:8000/index.php atau ke http://223.27.144.198:8000/
Data dari link di atas tidak bisa dijadikan pedoman pengambilan tunjangan. karena dasar yang paling valid adalah SK tertulis dr Dinas terkait.
Semoga bermanfaat. Amien.
Berikut contoh data di alamat di atas.


Tuesday, March 26, 2013

kupilih diam

: eM

beberapa waktu lalu ihtiar aku ketuk pintu
engkau sibak tirai jendela ragu-ragu
aku tersenyum padamu
ikhbar bahwa niatku baik bertamu
perlahan kau buka pintu, masih ragu-ragu

di ruang tamu aku bicara kau simak dengan seksama
lalu aku diam kau gantian tadarus kata-kata
aku memasang telinga
; dan hatiku tentu saja
tiba-tiba kita sudah ribuan tahun seolah saling mushafahah cengkrama
kisah kita berkelit kelindan berpeluk dalam walimah cerita

lalu, kau hidangkan secawan senyum di atas meja
pertanda kau jabat akad hatiku dengan mesra
aku tenggelam di dalamnya tak hendak beranjak kemana
seperti bayi yang nyaman di peluk gendongan
seperti anak berkecipak di genang sisa hujan

namun seperti halnya kilat, ia terlihat hanya cukup sekejap
sehabis halaqoh cengkrama menahun kita
endap rasa tiba-tiba harus tersapu bersih
oleh hujan istikhoroh yang banjir air mata, api, dan sedih
seketika cawanku telah hilang senyuman
lalu aku tenggelam di kubang sisa pembuangan
tak pulang juga tak tinggal singgah dengan nyaman

namun, siapa hendak mendawamkan sujud pada sajadah perih
beranjak dan pergi bukan pula menghilangkan nyeri
tetapi hanya mengulur jarak untuk melihat kepedihan kembali

maka kupilih diam
tidak berpaling juga tidak mengulang
kutawakalkan pada sang Waktu biarlah yang menggiring
jika hari telah sepakat senja, biarlah gelap yang akan tiba
jika hari telah sepakat pagi, pastilah mentari bersinar kembali

matapena, 26 maret 2013

Ingsun

mbantul, jogjakarta, Indonesia