sepuluh terakhir ramadhan, adalah hari-hari penuh tanpa api neraka. barang siapa ikhlas dan taqwa, maka api neraka enggan bertemu muka.
jangan dulu berbangga, sebab apakah siksanya tidak kan terasa?
sungguh, surga neraka dan sesiapa kelak menetap di dalamnya hanyalah rahasia Dia semata.
"betul tak?" tanya Upin.
"betul-betul-betul-betul-betul," jawab Ipin sambil makan ayam goreng kesukaannya.
Wednesday, September 17, 2008
Tuesday, September 9, 2008
nabi-nabi II
nuh merinai mata
disebab kan-an si anak durhaka
ibrahim berkalung hiba
dikarena azar si ayah pemberhala
musa dikerubut srigala
berjibun dalam hati saudara
isa direnggut kehambaannya
dipertuhankan masa
muhammad merasa bukan sesiapa
hingga akhir kerena cahaya
maka terang pasti sampai mata
kotagede, 09 sept 08
disebab kan-an si anak durhaka
ibrahim berkalung hiba
dikarena azar si ayah pemberhala
musa dikerubut srigala
berjibun dalam hati saudara
isa direnggut kehambaannya
dipertuhankan masa
muhammad merasa bukan sesiapa
hingga akhir kerena cahaya
maka terang pasti sampai mata
kotagede, 09 sept 08
Saturday, September 6, 2008
Friday, September 5, 2008
ibadah dobel
siang yang gerah. dan tentu saja haus. sebab ia sedang puasa, namanya pak dhe. jangan salah, ia belum jadi bapak-bapak. dia juga tidak ada hubungan keluarga dengan saya. tapi hubungan teman iya.
sehabis ngaji kitab di masjid ia datang pada saya di kamar saya dengan wajah ceria.
"aku barusan dapat pahala dobel," katanya bersemangat.
saya diam saja menunggu kelanjutan ceritanya. biasanya orang dengan muka cerah seperti ini tak perlu di tanya akan dengan senang hati menjelaskan. saya hanya mengerutkan dahi tanda penasaran.
"sebab aku tadi tidur waktu ngaji,"
kembali saya mengerutkan dahi.
"iya, sebab tidurnya orang puasa itu ibadah,"
untuk kesekian kalinya dahi saya berkerut.
"iya, sebab ngaji itu ibadah jadi aku dapat satu pahala. lalu ditambah aku tidur dapat satu pahala, jadi sekali merengkuh bantal dua pahala tergenggam tangan,"
dia merenges puas. dan perlahan saya saksikan dengan dahi berkerut, dalam waktu sekejap ia tidur lagi dengan kitab terbuka di depannya
berarti ia sekarang dapat empat... ckckck....
sehabis ngaji kitab di masjid ia datang pada saya di kamar saya dengan wajah ceria.
"aku barusan dapat pahala dobel," katanya bersemangat.
saya diam saja menunggu kelanjutan ceritanya. biasanya orang dengan muka cerah seperti ini tak perlu di tanya akan dengan senang hati menjelaskan. saya hanya mengerutkan dahi tanda penasaran.
"sebab aku tadi tidur waktu ngaji,"
kembali saya mengerutkan dahi.
"iya, sebab tidurnya orang puasa itu ibadah,"
untuk kesekian kalinya dahi saya berkerut.
"iya, sebab ngaji itu ibadah jadi aku dapat satu pahala. lalu ditambah aku tidur dapat satu pahala, jadi sekali merengkuh bantal dua pahala tergenggam tangan,"
dia merenges puas. dan perlahan saya saksikan dengan dahi berkerut, dalam waktu sekejap ia tidur lagi dengan kitab terbuka di depannya
berarti ia sekarang dapat empat... ckckck....
Tuesday, September 2, 2008
malam sastra 1000 bulan
habis tarwih, tanggal 21 september 2008 di TBY
ada acara yang sayang kalau dilewatkan
'malam 1000 bulan'
dalam acara ini akan membaca puisi 6 penyair dan 1 cerpenis.
diantaranya adalah zaki zarung...
mampirlah teman-teman...
ada acara yang sayang kalau dilewatkan
'malam 1000 bulan'
dalam acara ini akan membaca puisi 6 penyair dan 1 cerpenis.
diantaranya adalah zaki zarung...
mampirlah teman-teman...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ingsun
- sorogan
- mbantul, jogjakarta, Indonesia