apa yang harus dilakukan seorang guru melihat perang yang terjadi di jalur gaza?
1. mengerti kontek (paling tidak ada 3 media berbeda yang dijadikan rujukan; koran 3 merk, buku 3 judul, TV tiga stasiun)
2. mendoakan agar kedzaliman dihentikan di sana.
3. membantu korban perang dengan harta (semampunya). bisa disalurkan pada lembaga yang berkopenten.
4. kembali ke kelas dan mengajarkan pada siswa tentang indahnya kedamaian.
selebihnya, lakukan yang baik-baik saja...
Tuesday, January 13, 2009
Monday, December 22, 2008
Wednesday, December 17, 2008
hidup ini
hidup ini main tebak-tebakan
kadang benar kadang tak tepat
bagi yang belum beruntung
alias menebak masih salah
jangan kawatir,
; pasrahkan saja pada sang ahli
menebak benar
lalu minta sedikit bocoran padanya
niscaya, tebakanmu akan benar, kawan...
yuk kita tebak-tebakan lagi...!
(yuuuk...!)
kotagede, 17 des 08
kadang benar kadang tak tepat
bagi yang belum beruntung
alias menebak masih salah
jangan kawatir,
; pasrahkan saja pada sang ahli
menebak benar
lalu minta sedikit bocoran padanya
niscaya, tebakanmu akan benar, kawan...
yuk kita tebak-tebakan lagi...!
(yuuuk...!)
kotagede, 17 des 08
Tuesday, December 9, 2008
menengok
kembali ke tanah moyang
kembali ke keceriaan
setiap pohonan sawo, mangga, rambutan
di rumahrumah
selalu berbuah anakanak
dan orang tua
selalu menyempatkan diri
belajar daripadanya
sebab sekolah belum didirikan
khusus mendidik orang tua
kembali dari kembara
kembali menghirup desa
udara hijau
embun biru
dan matahari selalu menyungging senyum
ada apa di hari esok?
ada kah cinta di sawahsawah?
adakah kicau beburung tak takut peluru pemburu?
ada waktu yang mesti dirembuk
agar desa tak jauh sama
; menyimpan nyaman bagi pohonan berbuah kecariaan
anakanak negeri memetik cita-cita
bantul, 08 des 08
kembali ke keceriaan
setiap pohonan sawo, mangga, rambutan
di rumahrumah
selalu berbuah anakanak
dan orang tua
selalu menyempatkan diri
belajar daripadanya
sebab sekolah belum didirikan
khusus mendidik orang tua
kembali dari kembara
kembali menghirup desa
udara hijau
embun biru
dan matahari selalu menyungging senyum
ada apa di hari esok?
ada kah cinta di sawahsawah?
adakah kicau beburung tak takut peluru pemburu?
ada waktu yang mesti dirembuk
agar desa tak jauh sama
; menyimpan nyaman bagi pohonan berbuah kecariaan
anakanak negeri memetik cita-cita
bantul, 08 des 08
Sunday, November 23, 2008
BERMUSIK UNTUK BERBAHAGIA
Musik adalah keindahan. Penikmatnya menyadari hal itu dan mengambil kesenangan darinya sebagai sebuah hiburan. Bukankah manusia hidup untuk mencapai kebahagiaan?
Musik, apapun bentuknya, adalah harmonisasi bunyi. Sedang bunyi sendiri timbul berasal lebih dari seribu macam sumber. Ada sumber dari alam dan ada sumber dari buatan manusia. Ketika berbagai sumber bunyi menghasilkan bunyi, maka terciptalah nada dan ketika dilakukan bersama-sama, akan membuat komposisi nada yang –entah enak, ataupun tidak- menjadi sebuah pagelaran musik. Seiring perjalanan perkembangan nalar fikir manusia, proses kreatif pun berkembang. Inovasi produk sumber bunyi menghasilkan beragam alat musik modern seperti gitar, drum, biola, dan lain sebagainya. Beriringan dengan itu muncul pula berbagai macam jenis musik yang beragam sebagai hasil inovasi, evolusi, dan bahkan revolusi komposisi bunyi dari berbagai alat musik tersebut. Kemudian musik bukan semata-mata menjadi pemuas hasrat bermusik individual, melainkan komunal dan bahkan merambah ke bukan lagi wilayah rasa, tapi industri.
Lalu idealitas semacam apa yang menjadikan musik diyakini mampu mengusung ideologi tertentu?
Pertanyaan terakhir dapat terjawab dengan menjawab pertanyaan pertama; manusia membutuhkan kebahagiaan.
Musik, apapun bentuknya, adalah harmonisasi bunyi. Sedang bunyi sendiri timbul berasal lebih dari seribu macam sumber. Ada sumber dari alam dan ada sumber dari buatan manusia. Ketika berbagai sumber bunyi menghasilkan bunyi, maka terciptalah nada dan ketika dilakukan bersama-sama, akan membuat komposisi nada yang –entah enak, ataupun tidak- menjadi sebuah pagelaran musik. Seiring perjalanan perkembangan nalar fikir manusia, proses kreatif pun berkembang. Inovasi produk sumber bunyi menghasilkan beragam alat musik modern seperti gitar, drum, biola, dan lain sebagainya. Beriringan dengan itu muncul pula berbagai macam jenis musik yang beragam sebagai hasil inovasi, evolusi, dan bahkan revolusi komposisi bunyi dari berbagai alat musik tersebut. Kemudian musik bukan semata-mata menjadi pemuas hasrat bermusik individual, melainkan komunal dan bahkan merambah ke bukan lagi wilayah rasa, tapi industri.
Lalu idealitas semacam apa yang menjadikan musik diyakini mampu mengusung ideologi tertentu?
Pertanyaan terakhir dapat terjawab dengan menjawab pertanyaan pertama; manusia membutuhkan kebahagiaan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Ingsun
- sorogan
- mbantul, jogjakarta, Indonesia