Sunday, April 3, 2011

hobby

main futsal
main rebana
main kata
main raga
main jiwa
main apa aja
asal bukan
main iman
amin...

Tuesday, August 10, 2010

Ramadhan I

Rasa yang sama yang selalu muncul tiba-tiba
; cinta tumbuh sempurna tapi entah pada siapa


Lalu kutegaskan berkali-kali dalam dada

; hanya padamu, ramadhanku


1 Ramadhan 1431 H / 10 Agustus 2010

40 jiwa dalam 13 matahari

Pada hari berhenti hanya pada pagi
Ada 40 jiwa menautkan wajah
Pada mejameja pengabdian dan gelisah
Mempertanyakan mau dibawa ke mana
Sekoper masalah yang bola salju ini

Dalam 13 matahari yang menjadi selimut
Hangat istirah intrik dan masalah
Semi sejuta kembang keinginan membuncah
Tentang bagaimana memperbaiki diri sendiri
Sambil mencium ibu pertiwi

Pakaian kita bukanlah sekedar dasi administrasi
Celana birokrasi dan baju basa basi
Tapi jubah pelayanan yang disulam benang hati
Dan dihiasi manik-manik ikhlas lillahi

Tapi siapa yang telah tega mencuri?
Pakaian kita hilang hari demi hari
Lalu leher pengabdian tinggal terjerat dasi?
Bukankah tidak ada selain jiwa dalam ruang ideologi selain diri sendiri?

Ahai, benarkah etika dan moral telah abrasi
Bukan digempur air pantai birokrasi
Tapi sebab memang begitu pasir
Tujuan yang lama dipahat pada batu cita-cita
; hanya sebatas dunia

Maka biarlah kemarin menjadi kemarin
Sebab kenyataan adalah sekarang
Dalam 13 matahari, 40 pemahat menatah batubatu sikap dan harap
Di depan, tujuan adalah pengabdian paling nurani
; lillahi…

Balai diklat Perindustrian, 08-22 Juni 2010

setelah memandang

tak lagi bisa berpaling

sanggarkidulbale, 2010

Thursday, April 22, 2010

Ditikam

Aku tertikam semalam
Oleh pedang dengki yang dihunuskan pelan
Perih dan ganjal sesak di dada
Segala lega hilang tertelan

Pagi ini duduk di serambi penghambaan

Melihat-lihat adakah sisa ruang untuk mengubur diri
Di ikhlas memaafkan

Aha, ada celah di deret paling belakang

Meski sempit, cukuplah untuk sepasang kaki kerelaan
Mentakbirotul-ikhromkan permakluman

Sebab, sungguh manusia dalam gegap gempita salah

Dan lupa tak terelakkan

Sedang Tuhan

Sungguh Maha Mengampunkan

Bantul, 18 April 2010

Ingsun

mbantul, jogjakarta, Indonesia