engkau telah menggelar sajadah panjang permusuhan
tempat amarah demi amarah mensujudkan kening kedengkian
menyembah pada rasa murka tak kenal binasa
jika ditanya
; kenapa?
jawabmu selalu
; sebab terlalu mencinta
aku memilih diam
dan menjadi biasa saja
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar